Tampilkan postingan dengan label the inspirational story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label the inspirational story. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Maret 2010

kata Profesor tentang stoples

Prof di dpn kelas filsafat dgn bbrp barang dimejanya.
Saat mulai, dia mengambil toples kosong mayones besar
& mengisi dgn bola2 golf.
Kemudian dia bertanya pd muridnya,
"apakah toples itu sudah penuh?".
Mereka setuju!
Prof mengambil sekotak batu koral & menuangnya kedalam toples.
Dia menggoyang dgn ringan. Batu2 koral masuk,
mengisi tempat yg kosong di antara bola2 golf.
Prof bertanya lg, "apakah toples itu sdh penuh?" Mereka setuju.
Selanjutnya prof mengambil sekotak pasir & menebarkan ke dlm toples ...
Tentu saja pasir itu menutup segala sesuatunya.
Prof sekali lagi bertanya apakah toples sdh penuh ...
Para murid dgn suara bulat berkata, "Ya".
Prof kemudian menyeduh dua cangkir kopi & menuangkan isinya ke dlm toples,
& mengisi ruangan kosong di antara pasir.
"Sekarang," kata prof,
"Saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu."
"Bola2 golf adalah hal2 yg penting:
Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan, teman & para sahabat"
"Jika sgl sesuatu hilang & hanya tinggal mereka, hidupmu masih tetap penuh."
"Batu2 koral adl segala hal lain, seperti pekerjaanmu, rumah & mobil."
"Pasir adalah hal2 yang lainnya,hal2 yang sepele."
"Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dlm toples,"
lanjut prof, "Maka tdk akan tersisa ruangan utk batu2 koral ataupun untuk bola2 golf.
Hal yg sama akan terjadi dlm hidupmu."
"Jika kalian menghabiskan energi untuk hal2 yg sepele,
kalian tdk akan mempunyai ruang utk hal2 yg penting buat kalian."
"Jadi ..."
"Beri perhatian utk hal-hal yg kritis utk kebahagiaanmu."
"Bermainlah dengan anak2mu."
"Luangkan wkt utk check up kesehatan."
"Ajak pasanganmu utk keluar makan malam"
"Akan selalu ada wkt utk membersihkan rumah & memperbaiki perabotan."
"Berikan perhatian terlebih dahulu kpd bola golf.
Hal yg benar2 penting. Atur prioritasmu.
Baru yg terakhir, urus pasir-nya."
Salah satu murid bertanya,
"Kopi mewakili apa?"
Prof tersenyum "Itu utk menunjukkan kpd kalian, sekalipun hidupmu tampak sdh penuh,
tetap selalu ada tempat utk secangkir kopi bersama sahabat..."

Sabtu, 19 Desember 2009

A letter from Jesus


As you well know, we are getting closer to my birthday. Every year
there is a celebration in my honor and I think that this year the
celebration will be repeated.

During this time there are many people shopping for gifts, there are
many radio announcements, TV commercials, and in every part of the
world everyone is talking that my birthday is getting closer and
closer. It is really very nice to know, that at least once a year,
some people think of me. As you know, the celebration of my birthday
began many years ago. At first people seemed to understand and be
thankful of all that I did for them, but in these times, no one seems
to know the reason for the celebration. Family and friends get
together and have a lot of fun, but they don't know the meaning of
the celebration. I remember that last year there was a great feast in
my honor. The dinner table was full of delicious foods, pastries,
fruits, assorted nuts and chocolates. The decorations were exquisite
and there were many, many beautifully wrapped gifts.

But, do you want to know something? I wasn't invited.

I was the guest of honor and they didn't remember to send me an
invitation. The party was for me, but when that great day came, I was
left outside, they closed the door in my face .. and I wanted to be
with them and share their table. In truth, that didn't surprise me
because in the last few years all close their doors to me. Since I
wasn't invited, I decided to enter the party without making any
noise. I went in and stood in a corner. They were all drinking; there
were some who were drunk and telling jokes and laughing at
everything. They were having a grand time.

To top it all, this big fat man all dressed in red wearing a long
white beard entered the room yelling Ho-Ho-Ho! He seemed drunk. He
sat on the sofa and all the children ran to him, saying: "Santa
Claus, Santa Claus"as if the party were in his honor!

At midnight all the people began to hug each other; I extended my
arms waiting for someone to hug me and do you know no-one hugged me.
Suddenly they all began to share gifts. They opened them one by one
with great expectation. When all had been opened, I looked to see if,
maybe, there was one for me. What would you feel if on your birthday
everybody shared gifts and you did not get one?

I then understood that I was unwanted at that party and quietly left.
Every year it gets worse. People only remember the gifts, the
parties, to eat and drink, and nobody remembers me. I would like this
Christmas that you allow me to enter into your life. I would like
that you recognize the fact that almost two thousand years ago I came
to this world to give my life for you, on the cross, to save you.
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

Today, I only want that you believe this with all your heart. I want
to share something with you. As many didn't invite me to their party,
I will have my own celebration, a grandiose party that no one has
ever imagined, a spectacular party. I'm still making the final
arrangements..

Today I am sending out many invitations and there is an invitation
for you. I want to know if you wish to attend and I will make a
reservation for you and write your name with golden letters in my
great guest book. Only those on the guest list will be invited to the
party. Those who don't answer the invite, will be left outside. Be
prepared because when all is ready you will be part of my great party.

See you soon. I Love you!

Jesus
Share this message with your loved ones, before Christmas





http://www.gsn-soeki.com/wouw/a000516.php

Di Pagi Hari Natal

Seorang pastor paroki. Di akhir tahun ia merasa capai setelah melewati setahun yang keras dan sulit dengan sejuta problema. Hari ini adalah hari Natal. Walau kepalanya agak pening ia memaksa diri bangun dari tidur. Kepalanya hampa... Ketika membaca bacaan Injil di pagi Natal ini, segalanya tak membantu. Tak ada inspirasi yang meneguhkan hidup. Kisah tentang tiga raja dari Timur, tentang Maria, tentang Betlehem, tentang bayi Yesus dalam palungan, tentang para gembala dan malaekat...???

"Huh...sudah bertahun-tahun saya mendengar semuanya ini. Tak ada yang baru. Setiap tahun saya telah banyak berkotbah tentang ini. Sekarang lagi-lagi harus berbicara tentang kisah yang sama." Dengan tenaga lesu si pastor paroki bangun dan dengan sedikit malas menyiapkan diri untuk perayaan misa Natal.

Natal...???? Huh... Si pastor paroki sekali lagi menghembuskan napas keluhannya. Apa arti sebuah Natal yang sudah diwarnai bisnis duniawi??? Di mana-mana lagu natal diputar, di jalan raya penuh terpasang iklan dengan lukisan Santa Klaus. Sudah berapa kali saya berbicara tentang makna sebuah natal? Dan...apakah saya masih harus berteriak lagi tentang makna natal pada hal tak seorang pun rela menggubris kata-kataku?? Bukankah saya telah gila?? Saya berbicara tentang cinta, tentang perdamaian, tapi lihat... Kebencian dan permusuhan tetap saja menjadi santapan sedap berita koran dan televisi.
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

Sebelum si pastor paroki itu selesai membenah diri, sepasang muda-mudi berdiri dan mengetuk pintu pastoran. "Aku Joseph. Dan ini Maria." Kata lelaki yang berdiri di depan pintu itu sambil melirik ke arah wanita yang sudah hamil tua dan siap melahirkan yang berdiri di sampingnya. Wanita itu begitu kurus, keringat mengucur walau di luar udara terasa amat dingin. Pastor paroki memperhatikan mereka satu-persatu, lalu menggumam; "Engkau Joseph, dan itu Maria. Dan siapakah saya ini? Apakah kamu berpikir bahwa aku ini keledai untuk ditunggang Maria???" Oh...pasangan yang malang. Keduanya kini harus menerima luapan amarah yang terpendam lama di bathin si pastor itu. Bom yang dijaga baik itu kini meledak juga. Sayangnya...ia meledak justru di pagi hari Natal.

Namun ketika melihat si gadis yang gemetar seluruh tubuh sambil tangannya memeluk kuat bantal yang dibawanya, sang pastorpun tergerak hatinya. Kemarahannya mereda, dan dengan cepat ia menghantar gadis itu ke rumah sakit. Dan...di pagi natal yang dingin. Sang pastor melihat seorang bayi dilahirkan. Iapun melihat seorang ibu yang kesakitan. Suatu kehidupan baru yang menuntut pengorbanan.
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

Dalam kotbahnya sang pastor berkata; "Hari ini saya melihat seorang bayi dilahirkan. Dan saya memahami apa arti sebuah Natal. Aku melihat kepedihan dan ketakutan sang ibu. Dan aku melihat betapa sang ibu amat mencintai bayi yang baru dilahirkan itu. Kini aku mengerti cinta yang diberikan Tuhan kepada kita manusia, cinta yang terukir oleh darah, oleh keringat, oleh air mata. Inilah sebuah Natal. Tuhan datang dalam dingin, dalam bentuk seorang bayi lemah, hanya untuk mengatakan bahwa Ia adalah Emmanuel, bahwa Ia mencintai kita selamanya." Kata sang pastor seakan mengulangi lagi apa yang biasa dikotbahkannya pada pagi hari Natal. Bedanya, kali ini ia lebih berbicara kepada dirinya sendiri.

Senin, 14 Desember 2009

JAWABAN DOA


Pada suatu hari seorang wanita sedang membimbing keponakannya belajar.Tapi tidak seperti biasanya, kali ini keponakannya tidak bisa berkonsentrasi. Ternyata salah satu kelerengnya hilang. Tiba - tiba anak itu berkata, "Bi, bolehkah aku berlutut dan meminta Tuhan untuk menemukan kelerengku ?"
Ketika bibinya mengizinkan, anak itu lalu berlutut di dekat kursinya, menutup matanya dan berdoa dengan sungguh - sungguh. Selesai berdoa dia bangkit berdiri dan melanjutkan pelajarannya.

Keesokan harinya, bibinya yang takut doa keponakannya tidak terjawab, dan dengan demikian akan melemahkan imannya, dengan khawatir bertanya, "Sayang, apakah engkau sudah menemukan kelerengmu ?"

"Tidak, Bi" Jawab anak itu, "tetapi Tuhan telah membuatku tidak menginginkan kelereng itu lagi."

Alangkah indahnya iman anak itu. Tuhan memang tidak selalu menjawab doa kita menurut kehendak kita, tetapi jika kita tulus berdoa, Dia akan mengambil keinginan kita yang bertentangan dengan kehendak-Nya. Maju terus dalam Tuhan, Tuhan Yesus memberkati saudara dan seisi rumah, Amin. Teriring salam dan doa.